Minggu, 08 November 2015

Review Film Baper: You Are The Apple of My Eye

Gaes, lama nih saya gak update blog ini. Kadang saya merasa berdosa sudah mencampakan dan tidak pernah menjamah blog pribadi saya ini. Mungkin seandainya blog ini bisa menentukan hidupnya sendiri, pasti dia bakal milih ganti admin. Seandainya blog ini bisa ngomong, mungkin dia bakal ngomong “Sudah cukup kita sampai di sini. Tolong jangan jamah aku lagi mas !!”
Dramatis abis.
Oke skip.
Langsung saja ke intinya. Di postingan pertama ini setelah saya mengkhatamkan skripsi, saya akan mencoba me-review sebuah film yang belum lama ini saya tonton. Sebuah film yang sukses banget bikin saya baper tingkat dewa. Gilak.... saya gak nyangka bakal kebawa juga emosinya saat film ini berakhir. Oke sebut saja film ini: You Are The Apple of My Eye.
Sebenernya saya termasuk kudet karena baru sekarang nonton film ini. Which is, film ini dirilis tanggal 25 Juni tahun 2011, dan saya di tahun 2015 ini baru nonton. Sumpah... kudet parah. Ibarat kata nih, yang lain sudah pada nonton film Fast and Forius 7, eh saya baru nonton film Petualangan Sherina.
Film ini bergenre romance comedy. FYI, ini adalah genre favorit saya dalam dunia perfilman. Kenapa ? alasannya klasik.... saya butuh banyak referensi cerita drama komedi untuk kepentingan inspirasi kepenulisan saya. Demi masa depan asmara saya juga. Oke skip !! Abaikan paragraf ini !
Film yang disutradarai oleh Giddens Ko ini dibintangi antara lain oleh Ko Chen-Tung yang berperan sebagai Ko Ching-Teng dan Michelle Chen berperan sebagai Shen Chia-Yi. Khusus untuk Michelle Chen, kalau boleh jujur di film ini saya naksir banget sama kamu. Iya kamu.... Michelle Chen. Saya suka banget pas bagian Michelle Chen mulai mengikat rambutnya demi memenuhi keinginan orang yang dia cinta. Saya sampai khilaf, dan lupa kalau saya pernah nge-fans sama Raisa.
Maafkan Aa ya Raisa.
Subhanalloh.... :)
Saya ingin mencoba berbeda dengan gaya review-review film pada umumnya. Saya gak mau bercerita bagimana alur ceritanya dari awal sampai akhir. Cukup poin-poin bapernya saja. Semoga dengan lu melihat poin-poin bapernya, lu yang tadinya belum pernah nonton jadi pengin nonton.
Langsung aja, berikut ini beberapa alasan mengapa film You Are The Apple of My Eye jadi salah satu film Baper versi saya:
1. Judulnya aja udah baper
You Are The Apple of My Eye, pas pertama saya baca judulnya aja, saya sudah yakin pasti film ini baper banget. Baper !! iya soalnya gak ngerti artinya. Oke serius...
Judul tersebut sebenarnya menggunakan bahasa perumpamaan. Lu butuh menghayati betul apa makna judul tersebut. Simpelnya, buah apel itu diibaratkan sebagai pupil di mata kita. Nah kalau kita ngeliat seseorang, bayangannya dia itu akan ada di pupil kita. Jadi bisa dihubungkan kalau seseorang itu adalah ‘Apple of my eye’ artinya bayangan orang itu selalu ada di mata kita. Lebih jelas lagi, kita senang melihat dan memperhatikan dia dengan mata kita.
Baper gak lo....?!!
Mulai sekarang kalau lu memiliki seseorang yang sangat berarti, lu tinggal bilang aja sama dia. “You are the apple of my eye.”
Kalau cewek lu gak klepek-klepek, DM saya !! #JaminanMutu
2. Setting ceritanya masa SMA - Kuliah
Sebelum manusia berjumpa dengan berbagai persoalan hidup seperti dihimpit hutang, bayar cicilan, biayain anak sekolah, dan masalah-masalah hidup yang lainnya. Tuhan memberikan kita sebuah masa yang paling indah bernama: SMA
Masa SMA diakui atau tidak diakui, adalah masa yang diberkati Tuhan dengan segala keindahan, kenangan, tanpa beban, pokoknya yang manis-manis semuanya ngumpul disini. Film ini sukses membawa siapa saja yang menonton untuk kembali mengingat masa-masa SMA-nya. Mengingat siapa cinta pertama kita. Siapa sahabat-sahabat dekat kita. Dan banyak kenangan-kenangan lainnya.
Michelle Chen yang aslinya sudah berumur 30 tahun, di film ini mukanya sukses mewakili wajah-wajah gadis SMA pada umumnya. Subhanalloh.... banget deh mukanya. Ko Chen-Tung juga tidak kalah sukses memainkan peran cowok ala-ala SMA. Bad boy.. bad boy gimana gitu.

Mereka berdua beradu akting dengan baik. Mereka sangat menjiwai, terutama saat mereka masih saling membenci, kemudian mulai dekat, lalu jadian. Dan... hubungannya berlanjut hingga mereka kuliah. Lalu... LDR.
Baper lagi gak tuh ?!
3. Rela berjuang demi orang yang disayang
Part ini ketika Michelle Chen yang terkenal rajin, pada suatu hari lupa gak bawa buku Bahasa Inggris (Kalau di Indonesia, anggep aja lupa gak bawa LKS. Iya soalnya buku cetak lebih mahal J ), dan guru Mapel tersebut galak banget, gak segan-segan menghukum siapa saja dengan kejam. Michelle Chen pun terhimpit, bingung mau ngelakuin apa, nama baiknya sebagai anak rajin bisa tercoreng gara-gara gak bawa buku. Di kondisi yang segawat itu, tanpa di duga Ko Chen-Tung yang duduk di depannya menyelipkan buku cetaknya di meja Michelle Chen. Padahal waktu itu mereka masih musuhan. Dari situlah, perasaan Ko Chen-Tung mulai terlihat dan rela berkorban untuk orang yang diam-diam selama ini dia sayang.
Akhirnya Ko Chen-Tung pun dihukum skot-jump sambil ngangkat kursi selama beberapa kali. Sumpah galak banget gurunya. Bagi siapa saja yang mungkin merasa belum bisa melakukan sesuatu yang berharga atau belum bisa berkorban untuk pasangannya, saya yakin bakal baper banget pas nonton adegan ini.
Termasuk saya. (Abaikan !!)
4. Orang pintar kalah sama orang beruntung
Saat Michelle Chen lulus SMA dan akan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi. Michelle Chen percaya akan masuk ke perguruan tinggi favoritnya. Eh, nasib berkata lain Michelle Chen yang terkenal sangat berprestasi selama di SMA ternyata gagal dan melanjutkan di perguruan tinggi keguruan yang sebenarnya bukan tujuan utamanya. Michelle Chen kecewa, dan gak percaya dengan apa yang dialaminya. Dia pun menangis.... dan saya mimisan, saya gak tahan liatnya. Sumpah... pas dia nangis level kecantikannya nambah.
 Cep.. cep... sini bersandar di pundak abang.
 Sementara Ko Chen-Tung yang terkenal bad boy bin badung bisa meneruskan ke perguruan tinggi tujuannya. Dia beruntung. Saya yakin di poin ini juga banyak yang baper. Lagi-lagi, termasuk saya. Kzl !!
5. Semakin perempuan dewasa, semakin realistis kriterianya
Michelle Chen saat SMA tertarik dengan Ko Chen-Tung yang badung tapi ganteng. Namun endingnya, saat Michelle Chen dewasa malah menikah dengan orang lain yang secara fisik gak ganteng-ganteng amat. Malah menjurus ke muka tua. Tapi sudah hidup mapan. (Maap ya, Spoiler ending fillmnya :) )
Menurut saya hal yang dilakukan Michelle Chen sudah sangat umum. Perempuan saat SMA cenderung menyukai pria-pria yang secara fisik ganteng dan agak bad boy gimana gitu. Namun saat perempuan beranjak dewasa, dan memasuki fase-fase untuk hidup serius, biasanya perempuan akan merubah kriterianya. Perempuan lebih memilih tertarik kepada pria yang sudah mapan, dan pertimbangan fisik menjadi nomor sekian. Gak peduli apakah dia jauh lebih tua atau enggak. Perempuan semakin realistis, bahwa mereka itu butuh hidup. Percuma ganteng tapi gak bisa ngasih makan. Makan tuh ganteng !!
Jadi, berbahagialah bagi siapa saja yang mukanya pas-pasan tapi materinya sudah mapan. Bersedihlah bagi siapa saja yang mukanya pas-pasan tapi hidup masih saja berkekurangan. Termasuk... ah sudahlah !
Saya yakin di part ini lebih banyak cewek yang baper. Karena harus mengorbankan perasaannya. Sementara cowok di part ini lebih cenderung ke arah tersinggung.
6. Menjaga Persahabatan Sampai Dewasa
Di film ini Ko Chen-Tung memiliki 4 sahabat dekat. Mereka berlima sama-sama bad boy. Selain itu mereka juga menyukai satu wanita yang sama. Siapa lagi... the one and only Michelle Chen.
Huft. Gak di Taiwan gak di Indonesia cewek cakep selalu jadi rebutan. Saya yakin di Zimbabwe pun juga begini.
Mereka berlima memang menyukai wanita yang sama. Tapi perasaan mereka kepada Michelle Chen tidak sampai merusak persahabatan mereka. Bahkan sampai lulus SMA, kuliah terpisah, kerja dan sibuk sendiri-sendiri mereka masih menyempatkan waktu untuk bersama. Bahkan pas pergi ke kondangannya Michelle Chen, mereka berlima juga datang bersama-sama. Dan.. baper semua.
7. Selalu mendoakan yang terbaik untuk mantan
Poin yang ketujuh ini mungkin untuk beberapa kalangan sulit untuk diterima. Mungkin hanya orang-orang yang terpilih saja bisa melakukan ini. Well, Ko Chen-Tung yang merupakan mantan Michelle Chan sempat berpikir saat diundang ke pernikhan mantannya akan berdoa yang jelek-jelek. Namun saat Ko Chen-Tung melihat mantannya berjalan beriringan bergandengan dengan suaminya. Dia melihat betapa bahagianya mantannya di hari itu.
Dari situ Ko Chen-Tung sadar ternyata apa yang dipikirkannya barusan salah. Dia ternyata ikut bahagia melihat mantannya bahagia. Ko Chen-Tung berpikir: saat kamu benar-benar menyukai seorang wanita. Ketika ada seseorang yang mengasihinya, mencintainya. Maka kamu akan benar-benar dari hati yang paling dalam mendoakan dia bahagia selamanya.
So deeeep.
8. Dialognya Baper
Dalam film ini ada beberapa dialog pemerannya yang baper banget. Pertama, saat Ko Chen-Tung patah hati dia bilang dalam hati “Dalam pertumbuhan menuju dewasa, hal yang paling kejam adalah perempuan selalu lebih dewasa dari laki-laki seumurannya. Kedewasaan seorang perempuan, tak ada satupun laki-laki yang mampu menampungnya.”
Asli... saya suka banget sama qoute’s ini. Saya sebagai cowok mengakui, perempuan selalu terlihat lebih berpikir serius dibanding kami, cowok.
Kedua, saat Ko Chen-Tung dan Michelle Chen sudah menjadi mantan. Kemudian pada satu waktu, mereka berbicara dalam sambungan telephon, Michelle Chen bilang “Karena pernah kamu sukai, aku jadi merasa sulit merasa orang lain benar-benar menyukaiku.”
Resiko punya mantan terindah ya begini.
Ketiga, saat Ko Chen-Tung datang di nikahannya Michelle Chen, doi berbicara dalam hati “Aku salah, ternyata saat kamu benar-benar menyukai seorang wanita. Ketika ada seseorang yang mengasihinya, mencintainya. Maka kamu akan benar-benar dari hati yang paling dalam mendoakan dia bahagia selamanya.”
Sumfah... Ko Chen-Tung lakik banget !!
9. Ada Adegan Masturbasi
Secara keseluruhan saya sangat menyukai film ini. Cuma ada beberapa bagian yang saya risih lihatnya. Di film ini ada beberapa adegan yang kurang senonoh, mungkin dua nonoh. J
Misalnya saat Ko Chen-Tung  dan temannya berlomba masturbasi saat pelajaran berlangsung. Bayangkan... parah banget kan. Sebadung-badungnya anak SMA disini juga gak gini-gini juga kali.
Ada juga sahabat Ko Chen-Tung yang memiliki karakter ‘Tukang Ereksi’. Dia ereksi sepanjang waktu, gak pandang tempat, situasi, dan kondisi, pokoke ngaceeeeng !!
Kemudian, saat Ko Chen-Tung tinggal di asrama putra di kampusnya dia sekamar dengan cowok-cowok yang memiliki semangat mesum yang sama. Mereka biasa melakukan masturbasi berjamaah. Disitu saya merasa jijik.
Serius.. saya gak ngerti kenapa sutradaranya harus memasukan unsur-unsur ini. Saya pikir, mungkin karena untuk menambah unsur komedi. Oke... tapi ya gak gini-gini juga kali. Fix, baper.
Dan... terakhir, poin terpenting mengapa film ini baper banget adalah...
10.       Film ini sad ending dan diangkat dari kisah nyata
Film yang memiliki ending sedih, pasti sukses membuat siapa aja yang nonton baper. Setelah saya menonton film ini, saya sempat googling gitu, lihat blog-blog yang sudah me-review film ini. Saya lihat kolom komentarnya, dan ternyata sebagian besar yang sudah pernah nonton banyak yang kebawa cerita, ada yang kecewa, gak percaya, dan ada yang berharap bakal ada film keduanya dan berakhir bahagia, macem-macem deh. Dari situ saya melihat suksesnya film ini mengaduk-aduk emosi penontonnya.
Ditambah lagi, film ini ternyata diambil dari kisah nyata Sutradaranya si Giddens Ko. Jadi nih doi nulis pengalamannya ini menjadi sebuah buku dengan judul yang sama, dijual, dan best seller. Terus doi angkat deh ke layar lebar. Eh sukses juga filmnya, banyak penghargaan pula diraihnya. Fix, banyak orang yang jadi korban ke-baper-an film ini. Menurut saya film yang diangkat dari kisah nyata memang lebih greget !
Itu dia gaes, beberapa poin mengapa film You Are The Apple of My Eye jadi salah satu film baper menurut saya. Gimana... penasaran pengin nonton gak ? yang jelas saya cuma mau bilang: Hidupmu belum lengkap kalau belum pernah nonton film ini !!!
Sekian, wasalam !

6 komentar:

  1. Saya syudah nonton bang.. klo di indonesia hampir sama ky film crazy love, alur ceritanya hampir sama persis tp adalah yg dibuang adegan2 yg ****** sensor Hahaaa. Sm endingnya juga berbeda. Filmnya bikin cetar cetar gmn gitu bang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha adegan yang model gitu di Indonesia mah sudah pasti dibuang jauh-jauh. Ini bansga beradat sih. Hahaha. Tuh kan liat endingnya emsoi kita sebagai penonton pasti terbawa... :)

      Hapus
    2. Itu indonesia yang niru bang wkwkwk liat aja tahun pembuatannyaa 😅😅 saya udah nonton juga versi indonesia gak se haru taiwan malah gaje menurut sayaa 😅😂😂 hahahahahaha

      Hapus
  2. di indonesia film TKVDW extend dialognya bikin baper parah

    BalasHapus
  3. Sumpahhh.. baper... micheelle chen cantik bgt... smoga ada part 2ny.. dengan pemain yg sama...

    BalasHapus
  4. Sumpahhh.. baper... micheelle chen cantik bgt... smoga ada part 2ny.. dengan pemain yg sama...

    BalasHapus